Senin, 14 September 2020


Modul “Kambing Guling”
( Kami Bimbing Dengan Cara Guru Keliling )

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas IV (Empat) Semester Ganjil
Untuk Sekolah Dasar

Disesuikan dengan:
Keputusan Direktur Pendidikan Agama Islam Nomor 3451 Tahun 2020
Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Pada Masa Kebiasaan Baru

Penyusun
Muh. Mahfudin, S.Pd.I, M.Pd.I

Kata Pengantar

بسم الله الرحمن الرحيم

Pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa pada dunia pendidikan, terlebih pada sekolah dasar karena peserta didik dalam belajarnya sangat memerlukan pendampingan dan mereka belum terbiasa menggunakan sistem pembelajaran yang bersifat blended dan sepenuhnya online. Disisi lain, sebagian wilayah di Indonesia juga belum tersentuh dengan jaringan internet. Dari permasalahan ini perlu adanya media penunjang pembelajaran jarak jauh yang bisa disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia.

Modul “Kambing Guling” (Kami Bimbing dengan cara Guru Keliling) berusaha untuk menjawab permasalahan tersebut.

Modul ini juga tetap bisa dimanfaatkan pada sekolah-sekolah yang sudah bisa menerapkan sistem pembelajaran yang bersifat blended dan sepenuhnya online dengan mengakselerasi pendidikan 4.0 Sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Materi pada modul ini mengacu pada BSE Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dan menyesuaikan dengan Keputusan Direktur Pendidikan Agama Islam Nomor 3451 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Pada Masa Kebiasaan Baru
Tim penyusun menyadari modul ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karenanya adanya kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan modul ini.

Gorontalo, Agustus 2020
Penyusun

Materi
“Yuk Kita Belajar QS al-Falaq”

Bismillāhirrahmānirrahiim
Apa kandungan dan arti dari surah al-Falaq? Apa manfaat membaca Q.S al-Falaq? Jika ingin mengetahuinya, ikutilah ceritanya!
Al-Qur’an surah al-Falaq artinya waktu Subuh. Rasulullah saw. sering membaca surah ini, terutama ketika dalam perjalanan agar selalu terpelihara dari kejahatan. Di dalam Q.S al-Falaq ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar mengatakan: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai Subuh (falaq)”. Maksudnya, Allah memerintahkan kepada nabi dan umatnya selalu berlindung kepada Tuhan agar terpelihara dari kejahatan.
Al-Qur’an surah al-Falaq ini menceritakan: ada kejahatan makhluk, ada kejahatan malam apabila gelap gulita, ada kejahatan tukang sihir (mantera-mantera), dan ada kejahatan orang dengki. Apabila kita membaca Q.S al-Falaq, insya Allah kita akan terpelihara dari berbagai yang kejahatan itu.
Dengan demikian, Q.S al-Falaq ini mengajarkan kepada kita bahwa hanya Allah tempat berlindung.   

Ayo, baca Q.S al-Falaq berikut dengan sungguh-sungguh, awali dengan membaca basmalah:

Bacaan dan Arti Surah Al-Falaq

Bismillaahirrahmaanirrahiim
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١
Qul a'ụżu birabbil-falaq (i).
“Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh” قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١
Min syarri mā khalaq (a).

“dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab (a)

“dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad (i)

“dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul” وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

“dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki" وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

Cermati dan tirukan pelafalan Q.S al-Falaq tersebut berulang sampai lancar.

Silahkan tonton membaca surah al-Falaq

Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, latihan melafalkan!
Lafalkanlah secara berulang huruf-huruf berikut sehingga jelas perbedaannya:
ذ , د ح , خ ث , س , ش
ف , ق غ , ق أ , ع
Ayo lakukan secara berulang sehingga kamu dapat membaca
Q.S al-Falaq dengan baik dan benar.


Menghafal Q.S al-Falaq

Mengapa kita menghafal Q.S al-Falaq? Hafalan Q.S al-Falaq dapat digunakan dalam Salat. Kamu dapat membacanya setelah bacaan surah al-Fatihah. Bagaimanakah cara menghafalkan Q.S al-Falaq? Caranya mudah, yaitu melafalkan secara berulang hingga hafal. Menghafal dapat dilakukan dengan pelafalan secara berulang atau mendengarkan pelafalan orang lain.

Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, latihan menghafal!
Coba praktikkan menghafal dengan cara membaca atau menirukan bacaan orang lain. Lakukanlah secara berulang sampai kamu hafal.

C. Menulis Q.S al-Falaq

Dapatkah kamu menuliskan Q.S al-Falaq? agar dapat menuliskan Q.S al-Falaq dengan benar, lakukan langkah berikut ini.

Pertama, menuliskan kata demi kata pada surah al-Falaq, coba praktekan menulis kata pada table berikut ini

Ayo, Kita Berlatih
Yuk kita berlatih menulis Al-Quran Surah al-Falaq ayat 1-5.
...................................................................... بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١
...................................................................... قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١
...................................................................... مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢
...................................................................... وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣
...................................................................... وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤
...................................................................... وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥


Materi
“Beriman Kepada Allah dan Rasulnya”

“Beriman Kepada Allah dan Rasulnya”

Assalāmu’alaikum
Anak-anak, tahukah kalian, siapa yang menciptakan alam semesta beserta isinya? Bagaimana kita mengenal pencipta alam semesta beserta isinya? Ayo, ikuti pelajaran ini, Insya Allah kalian dapat membuktikan adanya Allah Swt. (Sang Pencipta)
Allah Swt. pencipta dan penguasa alam raya ini dan seisinya. Ciptaan Allah adalah yang ada di langit dan bumi seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lainnya.
Bagaimana kita mengenal Allah? Kita dapat mengenal Allah melalui: alam semesta, melalui al-Qur’an, dan melalui nama-nama Allah (al-Asma’u al-Husna).

1. Mengenal Allah melalui Alam Semesta
Amati dan ceritakan gambar berikut!


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (Q.S al-Fātihah/1:2)

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, apa arti beriman itu?” Rasulullah menjawab, “Beriman artinya percaya kepada Allah.” Beriman atau iman artinya percaya; percaya kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam.
Beriman kepada Allah artinya percaya kepada Allah. Bukti adanya Allah adalah adanya alam semesta dan semua isinya. Al-Qur’an telah menjelaskan adanya Tuhan dan nama-Nya.

Adanya alam semesta, termasuk bumi yang kita huni sekarang ini adalah bukti adanya Allah swt. Alam semesta ini berisi benda-benda, terdapat benda mati, benda yang tidak bisa bergerak. Juga ada yang disebut sebagai benda hidup yaitu benda yang bisa bergerak, bertumbuh, berkembang, dan bernafas. Semua itu Allah Swt. yang menciptakan.

  Kegiatan

Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, simak cerita berikut!
Ahmad tergolong anak yang suka bertanya. Di rumahnya, dia suka berdialog dengan sesama anggota keluarga. Suatu waktu, Ahmad bertanya kepada ibunya.
Ahmad : “Bu, apa benar semua yang ada di alam ini buatan Allah?”
Ibu : “O, ya, benar”
Ahmad : “Bukankah meja, lemari, pensil, baju, dan sepatu buatan
    manusia?”
Ibu :  “Kamu betul anakku, kelihatannya kamu belum yakin.”
Ahmad : “Kalau begitu, ibu ceritakan bagaimana benda-benda itu
    adalah milik Allah.”
Ibu :  “Dengarkan baik-baik anakku, meja itu buatan manusia. Meja terbuat dari pohon kayu, ada kayu mahoni, kayu jati, dan sebagainya. Akan tetapi ingat anakku, yang menumbuhkan kayu bukan manusia, melainkan Allah pemilik alam raya ini. Meskipun kita tidak melihat yang menumbuhkan pohon itu, tetapi semua orang pasti percaya bahwa yang menumbuhkannya adalah Allah.”  Ahmad :  “O, begitu. Sekarang aku sudah paham dan yakin, Bu.”
Tirukan percakapan di atas dengan temanmu!
2. Mengenal Allah melalui al-Qur’an
Amati dan ceritakan gambar beserta ayat al-Qur’an berikut!
Anak-anak, ayat al-Qur’an di atas mengenalkan kepada kita bahwa Allah adalah Tuhan kita satu-satunya, Dialah yang menciptakan dan memelihara segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Jadi, kita wajib menyembah hanya kepada-Nya.

Kegiatan
Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, bacalah Q.S al-An’am/6: 102 beserta artinya secara bergantian dengan temanmu.
3. Mengenal Allah melalui al-Asma-u al-husna
Untuk bisa mengenal sesuatu biasanya melalui namanya. Demikian juga mengenal Allah. Allah Swt. memiliki nama-nama yang baik atau dikenal dengan al-Asma-u al-husna. Nama Allah banyak, tetapi yang diperkenalkan oleh Allah kepada manusia hanya 99 nama melalui perantara wahyu, yaitu al-Qur’an.

Kita akan mempelajari tiga di antaranya, yaitu sebagai berikut:
a. Al-Basir (  )
Amati dan ceritakan gambar berikut!
Anak-anak, tahukah kamu bahwa semua perbuatan baik atau buruk, pasti dilihat oleh Allah dengan sifat al-Basir-Nya. Al-Basir berarti Allah Maha Melihat. Allah Swt. mampu melihat apa saja, sampai hal sekecilkecilnya. Tidak ada yang luput sedikit pun dari pandangan Allah swt.

b. Al-‘Adl (    )
Amati dan ceritakan gambar di bawah ini!

Anak-anak, tahukah kalian arti al-‘Adl?  Al-‘Adl berarti Allah Yang Mahaadil. Allah Swt. menempatkan semua manusia sama di hadapan-Nya. Tidak ada yang ditinggikan hanya karena keturunan, kekayaan, atau jabatannya. Allah Swt. memuliakan seseorang hanya karena ketakwaannya. Takwa artinya mengerjakan yang diperintahkan Allah, dan menjauhi yang dilarang-Nya.
Ayo, kita baca ayat berikut!

Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”
(Q.S al-Hujurat/49:13)

c. Al-‘Azim ( اَلْعَظِيْمُ )

Amati dan ceritakan gambar berikut!
Anak-anak, pernahkah kalian meminta bantuan kepada orang lain?
Manusia pasti membutuhkan orang lain, sedangkan Allah tidak membutuhkan makhluk lain. Oleh karena itu, Allah disebut al-‘Azim. Al‘Azim artinya Allah Maha Agung. Hanya Allah Yang Maha Agung yang tidak membutuhkan pertolongan. Dia yang memenuhi semua kebutuhan makhluk-Nya. Manusia membutuhkan pertolongan-Nya dan membutuhkan pertolongan orang lain. Manusia tidak bisa hidup sendirian.
Dengan memahami sifat Allah, al-‘ Azim, maka kita akan selalu mengagungkan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan cara melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, ceritakan apa yang kamu ketahui tentang sifat Allah al-‘Basir.
Ayo, ceritakan apa yang kamu ketahui tentang sifat Allah al-‘Adl.
Ayo, ceritakan apa yang kamu ketahui tentang sifat Allah al-‘Aziim.
Ayo, jelaskan bagaimana cara mengagungkan Allah.

A. Jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Apa maksud beriman kepada Allah melalui alam semesta? Jelaskan!
  2. Apa maksud beriman kepada Allah melalui kitab suci? Jelaskan!
  3. Apa maksud beriman kepada Allah melalui asma’-Nya? Jelaskan!
  4. Bagaimana kita bisa yakin bahwa Allah itu ada, padahal Allah tidak bisa dilihat oleh mata manusia?
  5. Apa gunanya kamu mengetahui sifat Allah itu al-Basir? Jelaskan!
  6. Apa gunanya kamu mengetahui sifat Allah itu al-‘Adl? Jelaskan!
  7. Apa gunanya kamu mengetahui sifat Allah itu al-‘Azim? Jelaskan!
Materi
“Aku Anak Shaleh”

A. Santun dan Menghargai Teman
Amati dan ceritakan gambar berikut!

Santun berarti halus budi, baik bahasa dan sopan tingkah lakunya. Orang santun biasanya sabar, tenang, sopan, penuh rasa belas kasihan dan suka menolong. Sedangkan, menghargai berarti menghormati, mengindahkan, dan memandang penting kepada orang lain. Orang yang tidak menghargai berarti orang yang meremehkan atau tidak peduli terhadap orang lain.




Adapun Allah adalah Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pemaaf, Maha Penyantun kepada semua makhluk-Nya. Perhatikan firman Allah berikut ini.

“Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (al-Qur'an) kepada hambaNya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (Q.S al-Hadid/ 57: 9).
Berikut beberapa contoh sikap santun:
1. Mengucapkan salam, selalu memperhatikan dan bermuka manis (berseri-seri) saat bertemu. Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sesuatu kebaikan, walaupun hanya dengan muka manis, bila kamu bertemu dengan saudaramu.” (H.R. Muslim).
2. Berbicara dengan lembut dan tenang, suara tidak terlalu keras, dan tidak menyakitkan, sabar saat mendengarkan teman berbicara. Hindari kata-kata kasar, keras, dan kotor  yang dapat menyakiti hati orang lain.
3. Peduli terhadap keadaan teman dan suka menolong kesulitannya. Apabila ada yang sakit atau terkena musibah, usahakanlah untuk menjenguknya.
4. Berteman tanpa pilih kasih. Bersahabat dan bermain dengan siapa saja: kaya, miskin, normal, cacat, cakap, buruk, bangsawan, rakyat jelata, dan sebagainya.
5. Tidak mencela dengan perkataan yang buruk.
6. Rendah hati dan bisa menerima dengan hati tulus atas kerja temanmu.
7. Mengucapkan “terima kasih” kepada teman yang telah berjasa.
8. Minta maaf kepada teman apabila kita bersalah, menyinggung perasaan, dan sebagainya.
9. Tidak mengambil hak orang lain dan menguasainya dengan cara mencuri, merampas, atau berdusta.
10. Memberikan ucapan selamat, sanjungan, dan pujian secara langsung.

Insya Allah, kamu bisa!

Ayo, sampaikan pendapatmu tentang perilaku seorang anak  yang tidak pernah berterima kasih saat diberi sesuatu atau pertolongan oleh temannya.
Ayo, peragakan perilaku santun dan menghargai teman saat kamu bertemu dan berpisah dengan teman.

Untuk lebih memahami cara bersikap sopan santun silahkan tonton vidio melalui link https://www.youtube.com/watch?v=_L9o7nQa7ZQ atau scan barcode berikut ini:

Materi
“Aku Anak Shaleh”

B. Amanah

Assalāmu’alaikum
Anak-anak,  kalian pasti suka menjadi anak yang baik, jujur, amanah, dan selalu hormat dan patuh kepada orang tua dan gurunya. Tahukah kalian, keuntungan menjadi orang yang baik? Ayo, ikuti pelajaran ini. Insya Allah kalian akan menjadi anak baik yang disayang oleh Allah
Amati dan ceritakan gambar berikut!

Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai berdagang ke Syam bersama pamannya. Dalam berdagang, beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan kepadanya dijaga  dengan baik. Mengingat sikapnya itu, beliau mendapatkan gelar al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya.
Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus meneladani perilakunya, misalnya:
rajin belajar;
menjaga nama baik orang tua kita;
mengerjakan tugas sekolah;
menjaga nama baik guru dan sekolah.

Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, jelaskan apa saja ciri-ciri siswa yang amanah?
Ayo, jelaskan apa ciri-ciri teman yang tidak amanah?

Tepuk Anak Shalih
Tepuk anak Shalih (tepuk 3x)
Aku  (tepuk 3x)
Anak Shalih (tepuk 3x)
Rajin salat  (tepuk 3x)
Rajin mengaji (tepuk 3x)
Orang tua (tepuk 3x)
Dihormati (tepuk 3x)
Cinta islam    (tepuk 3x)
Sampai mati  (tepuk 3x

Lailaha illallah muhammadur rasulullah

A. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Berikan contoh sikap jujur yang kamu ketahui!
2. Bagaimana bersikap amanah itu? Jelaskan pendapatmu!
3. Bagaimana contoh perilaku hormat dan patuh kepada orang tua? Jelaskan!
4. Berikan contoh cara menghormati guru di sekolah!
5. Berikan contoh perilaku santun di keluargamu?
6. Berikan contoh cara santun kepada teman!
7. Berikan contoh cara menghargai teman?
8. Jika temanmu tidak menghargaimu, bagaimana sikapmu kepadanya? Jelaskan!


      B. Isilah kolom setuju (S), tidak setuju (TS) dan tidak tahu (TT) dengan tanda () berikut alasannya!

No Pernyataan Jawaban Alasan
S TS TT
1. Apabila aku melakukan suatu kesalahan kepada teman, maka aku akan mengakui kesalahan itu dan meminta maaf kepadanya
2. Apabila aku berjanji kepada teman, maka aku suka menepatinya. Kalau tidak bisa menepatinya, maka aku meminta maaf kepadanya
3. Aku rajin mengerjakan PR karena hal itu merupakan bentuk hormat dan patuh kepada guru
4. Jika aku memberikan sesuatu kepada teman, aku akan gunakan tangan kananku karena  hal itu merupakan kesantunan dan penghargaan kepadanya
5. Terkadang jujur itu berat, tetapi aku selalu berusaha untuk jujur, karena hal itu perintah Allah
6. Terkadang amanah itu juga berat. Aku suka melanggarnya karena itu tidak diperintahkan oleh Allah Yang Mahakuasa
7. Aku suka memukul adikku bila ia rewel supaya dia patuh kepadaku
8. Apabila adikku memberi sesuatu, aku tidak mengucapkan “terima kasih” kepadanya karena hal itu bukan perilaku jahat kepadanya
Keterangan:    S = Setuju TS = Tidak Setuju TT  = Tidak Tahu
Materi
“Bersih Itu Sehat”

Amati dan ceritakan gambar berikut!

Assalāmu’alaikum
Anak-anak, tahukah kalian, apa arti bersih dan suci ? Bagaimana melakukan wudhu yang benar? Bagaimana pula melakukan tayammum yang baik dan benar? Ayo, ikuti pelajaran ini, insya Allah kalian akan mengetahui dan dapat mempraktikkan cara membersihkan diri dan bersuci yang baik dan benar.
Ahmad selalu melakukan wudhu, karena itu wajahnya selalu bersih dan berseri-seri. Ahmad tergolong anak yang rajin mengerjakan Shalat. Ahmad sadar, agama Islam sangat peduli dengan kebersihan. Karena itu, ia  selalu menjaga badan, pakaian, alat-alat belajar, dan tempat tinggalnya agar selalu bersih. Bersih itu sehat. Orang yang bersih insya Allah akan terhindar dari penyakit.

A. Mengenal Arti Bersih dan Sehat
Amati dan ceritakan gambar berikut!

Bersih artinya bebas dari kotoran. Suci artinya bebas dari najis. Najis adalah yang menjadikan terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah, seperti terkena jilatan anjing, darah, kotoran/tinja, dan air seni/urin. Najis pasti kotor. Kotor belum tentu najis, misalnya: terkena tanah, tinta, cat, dan ludah. Bersih atau suci dibagi menjadi dua, yaitu bersih dari hadas dan bersih dari najis.
Hadas ada dua, yaitu hadas besar dan hadas kecil. Contoh hadas besar, seperti mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Cara menghilangkan hadas besar adalah dengan mandi atau tayammum jika tidak ada air. Hadas kecil (buang air seni, buang air besar, buang angin) menyebabkan batal wu«u. Menghilangkannya dengan cara dicuci dengan air bersih, kemudian melakukan wudhu .
Mengenal Hadas Kecil dan Hadas Besar

Hadas kecil: Hadas besar:
Buang air (air seni, tinja) dan buang angin menyebabkan batal wudhu Cara menghilangkannya dicuci dengan air bersih, lalu melakukan  wudhu atau tayamum jika tidak ada air Mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Cara menghilangkan hadas besar dengan mandi
                                               
Jika kita akan Shalat, badan, pakaian, dan tempat harus bersih dari kotoran dan najis Cermati gambar berikut!

1. Badan (badan orang yang Shalat)
2. Pakaian (pakaian yang dipakai)
3. Tempat (seluas sajadah)
Bersih badan, pakaian, dan tempat tidak hanya ketika melaksanakan Shalat (lihat gambar). Akan tetapi, harus diartikan ke seluruh kehidupan.
Di luar Shalat pun badan kita harus bersih. Bersih pakaian artinya segala sesuatu yang dipakai, seperti baju, celana, peci/topi, tas, sepatu, sepeda, bangku, Sumber: dokumen Kemendikbud meja, lemari, rumah, dan lain-lain. Bersih tempat, seperti ruang tamu, ruang dapur, tempat tidur, tempat makan, tempat belajar, ruang kelas, tempat bemain, halaman, gudang, dapur, WC/kamar mandi, dan lain-lain.
Gemar Membersihkan Anggota Badan
Amati dan ceritakan gambar di bawah ini!
 
Sumber: dokumen Kemendikbud
Gambar 4.2: Anggota tubuh

Cara Membersihkan Najis
Membersihkan najis (darah, air seni dan tinja) harus menggunakan air mutlak, misalnya air sumur, air hujan. Caranya, air yang datang (dikucurkan) ke benda bernajis, bukan najis yang datang ke air. Lihat gambar.
 Cebok (membersihkan kotoran, seperti tinja) atau istinja’ adalah salah satu cara membersihkan najis yang sering kita lakukan. Cebok harus dilakukan setelah buang air kecil atau buang air besar. Cebok dapat menggunakan air, tisu, batu ataupun benda kesat lainnya. Bila cebok menggunakan air, maka tangan kanan menyiram kubul/dubur, sedangkan tangan kiri mengusapnya hingga bersih.

Kegiatan

Insya Allah, kamu bisa!
• Ayo, peragakan cara bersuci dan membersihkan najis!


“Kalau kalian anak muslim yang baik, pasti senang berwudhu,” kata Pak Guru. “Aku senang berwudhu, Pak,” kata Umi. “Aku juga senang, Pak,” timpal Fahmi. “Oya, kalian semua pasti senang,” puji Pak Guru.
Kalian pasti masih ingat, sewaktu duduk di kelas 2 SD dua tahun yang lalu, ada pelajaran tentang berwudhu. Sekarang, pelajaran itu kita periksa kembali. Sudah benarkah wudhu kita selama ini? Wudhu adalah ibadah yang sangat penting. Kalau melakukan wudhu kita tidak benar, maka Shalat-nya tidak sah. Mari kita pelajari kembali tentang membasuh anggota wudu yang benar !

Kegiatan
Insya Allah, kamu bisa!
• Ayo, peragakan cara melakukan wudhu!


Amati dan ceritakan gambar berikut!

Anak-anak, tahukah kalian, mengapa melakukan tayamum?
Tayamum merupakan keringanan yang Allah berikan bagi orang yang kesulitan mendapatkan air atau bagi orang yang tidak diperkenankan menggunakan air karena sakit. Tayamum dilakukan sebagai pengganti dari wudhu  atau mandi wajib. Tayamum diperbolehkan apabila:
1. Tidak ada air; sudah berusaha mencari air, tetapi tidak mendapatkannya sedang waktu Shalat sudah masuk.
2. Sedang sakit; apabila terkena air bagian anggota wu«u-nya akan bertambah sakitnya menurut keterangan dokter.
3. Dalam perjalanan/musafir dan sangat sulit mendapatkan air.

Bagaimana Cara Melakukan Tayamum?

Pertama : Berniat tayamum untuk melakukan Shalat fardhu
Kedua  : Mengusap muka dengan debu yang bersih. Letakkan dua tangan pada debu dan usapkan ke wajah
Ketiga : Mengusap dua tangan sampai siku dengan debu yang bersih
Lihat gambar berikut!

Kegiatan
Insya Allah, kamu bisa!
Ayo, peragakan cara melakukan tayammum!

Di Sini Bersih, di Sana Bersih
(Adaptasi lagu: Di Sini Senang di Sana Senang)
Oleh: Buchori dan Feisal

Di sini bersih, di sana bersih
Di mana-mana terlihat bersih
Di rumah bersih di sekolah bersih
Di mana-mana selalu bersih
La la la la..lalala...lalalalalalalala

Vidio Berwudhu
Silahkan ketik tautan atau scan barcode Vidio Tayamum
Silahkan ketik tautan atau scan barcode Vidio aku bisa mandi sendiri
Silahkan ketik tautan atau scan barcode
https://www.youtube.com/watch?v=RCDf4c7P0KQ
https://www.youtube.com/watch?v=ztgWBROynO8
https://www.youtube.com/watch?v=tQgXU9BRmM4

Rangkuman
  1. Kebersihan atau bersuci adalah ajaran pokok agama Islam.
  2. Orang Islam harus selalu suci atau bersih.
  3. Bersih artinya bebas dari kotoran. Suci artinya bebas dari najis.
  4. Istinja’ adalah salah satu cara membersihkan najis yang sering kita lakukan. 
  5. Hadas ada dua: hadas kecil dan hadas besar.
  6. Hadas kecil dapat dihilangkan dengan berwudhu.
  7. Hadas besar dihilangkan dengan mandi wajib atau mandi junub. 
  8. Membasuh anggota wudhu harus sempurna sesuai batasnya
  9. Tayamum berguna sebagai pengganti dari wudhu atau mandi besar karena tidak ada air atau sakit yang dilarang menggunakan air. 
  10. Melakukan wudhu adalah cara bersuci agar selalu bersih dan sehat.
Materi
“Aku Cinta Nabi dan Rasul”

Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rasµl Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Salawatulla Alaika Ya
Nabi Salam Alaika
Ya Rasµl Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Salawatulla Alaika
Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rasµl Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Salawatulla Alaika
Asyraqal Badru 'Alaina
Fakhtafat Minhul Budµrµ
Milka Husnik Ma Roaina
Khattu Ya Wajha Surµri
Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nµrun Fauqa Nµri
Anta Iksiru Waghali
Anta Misbahus Sudµri
Ya Habibi Ya Muhammad
Ya 'Arµsal Khafiqaini
Ya Muayyad Ya Mumajad
Ya Imamal Qiblataini


Assalāmu’alaikum
“Apa buktinya kalian cinta kepada Nabi dan Rasul?” tanya Bu Guru kepada muridnya.
Nur mengacungkan tangan, lalu berkata: “Mengikuti apa yang dikatakan dan dicontohkan oleh Nabi dan Rasul, Bu.”
“Bagus,” puji Bu Guru. Baiklah, coba kalian ikuti cerita nabi Ayub as berikut!

Nabi Ayyub a.s. adalah keturunan Nabi Ishaq a.s. bin Ibrahim a.s. Beliau adalah seorang nabi yang kaya raya. Binatang ternaknya banyak. Meski ladangnya luas, beliau tidak pernah sombong.
Nabi Ayyub a.s. terkenal sabar dan dermawan. Suka menolong fakir miskin, yatimpiatu, dan orang-orang yang membutuhkan.
Nabi Ayyub a.s. pernah mendapat ujian dari Allah. Hartanya yang banyak  hari demi hari berkurang sehingga ia jatuh miskin. Walaupun miskin, ia tidak mengemis, imannya tidak goyah karena ia ingat bahwa ketika lahir ke dunia pun tidak mempunyai apa-apa. Harta datang dari Allah dan kembalinya pun manusia karena Allah.
Karena imannya kuat, setan tak mampu menggodanya. Kaya atau miskin merupakan ujian bagi manusia. Lihat firman Allah berikut


Nabi Ayyub a.s., baik ketika kaya raya atau ketika miskin senantiasa taat kepada Allah, selalu bersyukur. Bahkan ketika ia jatuh miskin, harta yang ada selalu ia sedekahkan. Ia yakin, bahwa orang miskin yang bersedekah lebih mulia di sisi Allah Swt. Sebaliknya, orang kaya yang kikir adalah yang paling hina di sisi Allah Swt.
Kemudian, Nabi Ayyub a.s. diuji dengan penyakit kulit, bisul, panas, dan gatal sehingga orang-orang menjauhinya. Bahkan, mereka membuang Nabi Ayyub a.s. ke padang pasir yang jauh dari keramaian penduduk karena takut tertular penyakit. Setelah itu, putra-putrinya meninggal dunia. Sekali pun musibah silih berganti, tetapi tidak membuat dirinya lupa beribadah dan memuji Allah Swt.
Nabi Ayyub a.s. berdo'a kepada Allah Swt. agar penyakitnya itu lekas sembuh. Do'a Nabi Ayyub a.s. dikabulkan Allah Swt. Firman Allah Swt. Q.S. al Anbiya/21:28: "  Maka Kami kabulkan (doa) nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya..."

Kegiatan
Insya Allah, kamu bisa!

  1. Ayo, buatlah tulisan yang menceritakan kisah seseorang yang  mirip dengan kisah Nabi Ayyub a.s. Meskipun ia diuji dengan kekayaan, kemiskinan, dan berbagai musibah lainnya, namun ia tetap beribadah kepada Allah!
  2. Kisah yang kamu tulis, kemudian kamu ceritakan dengan cara di rekam dan kirimkan ke Bapak ibu gurumu untuk di nilai.
Untuk lebih memahami kisah nabi ayub silahkan tonton vidio melalui link https://www.youtube.com/watch?v=IS0jSUR3uhw

A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!
1. Apa buktinya kalian cinta kepada nabi dan rasul? Jelaskan!
2. Apa yang dapat kamu petik dari kisah Nabi Ayyub a.s.? Jelaskan!
3. Mengapa, sekalipun Nabi Ayyub a.s. kaya raya tetapi beliau tidak sombong ?